Pempek Talas Dhanty, Sandiaga: Makanan Wong Kito asal Bojong Gede yang bakal mendunia di “Jemput Rezeki” | Episode 24

JEMPUT REZEKI HIGLIGHT EPISODE 24

Episode Jemput Rezeki kali ini menceritakan soal sepak terjang pengusaha makanan khas Palembang, alias pempek. Bukan sembarang pempek, pempek yang dijualnya adalah pempek talas. Sejenis pempek yang berbahan dasar talas dan sayuran. Ciri pempeknya berwarna ungu dan hijau dari bahan talas dan sayuran, namun tetap memilik cita rasa ikan tenggiri yang kental dan khas.

Desi Kartika, pemilik usaha Pempek Talas Dhanty., memulai usaha pempeknya sejak 2006. Dalam perjalanannya Desi mengalami jatuh bangun. Di awal bukan keuntungan yang dia dapat, justru malah kerugian
Sempat beralih menjadi pengusaha tambang, sang pengusaha pempek ini malah mengalami kegagalan dan terlilit utang. Dirinya sempat dikejar-kejar penagih utang karena besarnya utang yang dia miliki.

“Saya ingat ketika saya beralih ke usaha yang saya tidak memiliki ilmunya. Waktu itu ke tambang. Sehingga bukan keuntungannya yang saya dapat tapi justru keterpurukan yang saya dapatkan,” tutur Desi.

Menurut Sandiaga Uno, jatuh bangun dalam usaha adalah hal yang biasa. Setiap orang akan merasakan sejuta rasa manis, ketika sukses bisa diraih.

Sementara menurut Desi, prinsipnya dalam berusaha harus fokus, optimistis, positive thinking, dan kreatif.

Mulanya, Desi yang orang Palembang, sangat menyukai pempek yang makanan khas Palembang. Melihat harga pempek yang cukup mahal kalau membeli di toko, Desi berpikir untuk membuat sendiri.

“Waktu di awal itu ya, pempek itu keras banget. Kata anak saya itu bisa melempar kucing gitu, saking kerasnya, kenang Desi pertama kali membuat pempek.

Desi yang ditinggal suami di tahun 2018 sempat sangat berduka dan merasa sangat terpukul. “Saya kan harus tetap bangkit, harus bisa fight dengan usaha yang sudah saya geluti bersama suami.
” kenang Desi.

Desi melihat hidup harus tetap berjalan. Adalah ketiga anaknya yang menjadi motivasi dan penyemangat hidupnya kala itu. Desi menjadi ibu sekaligus bapak bagi anak-anaknya.
Bermula dari modal satu setengah juta rupiah, pempek Shanty telah beromset 15 juta rupiah. Tidak hanya memenuhi kebutuhan hidupnya, dari tahun 2015 Desi dan teman-teman membentuk Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bogor. Sekarang forum UMKM tersebut ada di 40 kecamatan, membimbing dan memotivasi para pengusaha kecil.

Selain itu, meskipun aslinya makanan khas Palembang, saat ini Pempek Dhanty menjadi ciri khas oleh-oleh daerah Bojong Gede dan Bogor umumnya.

Menurut Sandiaga itu adalah kekuatan branding. “Meskipun produk Palembang dan ada di Bogor tapi tidak kalah kualitasnya, dan harapannya agar Pempek Talas Dhanty ini mendunia,” ujar Sandiaga.

Sandiaga Uno menyampaikan pada Desi dan para pengusaha UMKM agar tetap bertahan dan tetap optimis karena produk mereka memiliki ekonomi yang berpotensi kedepan.

“Usaha ini maju karena rasa cinta dari ibu kepada anaknya. Dan ini adalah merupakan landasan dari usaha bahwa dukungan keluarga itu penting,” tegas Sandiaga Uno.

Yang kedua menurut Sandiaga, adalah menjaga konsistensi seperti halnya kalau ingat pempek talas Dhanty orang akan ingat warna ungunya.
Bagaimana kisah inspiratif Desi dan Pempek Dhanty serta bagaimana Sandiaga praktek mengolah makanan khas Palembang tersebut.

Saksikan kisah inspirasi dan motivasi dalam Jemput Rezeki episode Pempek Dhanty yang tayang di Indosiar, Sabtu 22 Agustus, pukul 07.30.